Tuesday, May 30, 2006

JIWA MISKIN

Malam ini

Tadi habis nonton film perancis di TIM, acara pembukaan festival sinema perancis ke 11. Seru juga filmnya, lumayan bagus dan memenuhi standard deh kalau dijadikan film komersil, hehe (sok tau), tapi ya itu kan menurut saya.
Begitu bubaran nonton, hal yang menyebalkan udah mulai kebayang saat menuju pintu gerbang TIM, "BUAKAL KETEMU CALO-CALO TAKSI". Tapi gampang deh, paling tinggal jalan beberapa meter menjauh dari mereka aja bakal bebas deh dari mereka. So, aku jalan sekitar 50 meter dari kumpulan Calo-calo yang suka minta-minta duit itu (Emang ampe ngapain ya mereka sampai kita harus bayar...).

Si biru aku cegat, berdua dengan temenku masuk ke taksi, tak berapa lama salah satu calo lari ke taksi yang aku tumpangi. Aku bilang ke supir "jalan aja pak, jangan di kasih, kebiasaan buruk kalau dikasih, ntar malah makin banyak aja orang seperti mereka". Si bapak tak menuruti permintaanku, malah melambat yang akhirnya membuat temen-temen si calo itu mendatangi taksi, yaaa.. sekarang malah jadi 3 orang mencegat taksiku. dasar sialan pikirku... "Bapak mau jalan atau saya keluar dari taksi" tiba-tiba kata-kata itu yang keluar dari mulutku. Tapi si bapak mah... udah ketakutan, takut di pukul kali ya.. atau nasibnya tergantung ama mereka kali ya...pikirku. So, aku keluar dari taksi.. aku liatin tu satu persatu Calo-calo itu. Kasihan juga si bapak, argo udah sempet dia nyalain tadi, tapi ya... gimana lagi, aku udah pengen marah liat sikap calo-calo itu.

Akhirnya aku dan temenku keluar dari taksi. Kali ini kami jalan lebih jauh lagi, 100 meteran gitu deh, menghindar dari mereka. Sepertinya kali ini berhasil, karena aku langsung minta bapak supir ambil jalur paling kanan dan tancap gas, calo-calo itu (bertiga) teriak-teriakin aku.. walah...ngga jelas deh mereka bilang apa. bye bye semua... sambil senyum aku berlalu.

Dalam perjalanan pulang aku cuma berpikir ..kenapa ya.. semakin banyak saja orang yang sikap/ sifat hidupnya seperti itu? itukan bukan kerjaan, itu nga ada bedanya dengan pengemis, yang taunya minta terus, nga pernah mau berusaha lebih dan lebih lagi. Yaaa.. okelah kata orang mereka miskin, tapi yang miskin itu jiwa mereka. Mereka nga pernah mau percaya kalau nasib mereka itu ditangan mereka sendiri, bukan ditangan siapapun. Kerja apa kek yang bisa buat jiwa mereka lebih bergairah, lebih hidup, lebih apa lagi yaaa? pokoknya bukan bermental minta-minta deh.

Yang harus aku kasihani sebenarnya bukan karena mereka tidak punya uang, tapi aku kasihan karena mereka maunya minta dikasihani, itu yang buat jiwa mereka miskin, selalu mau menggantungkan hidup mereka pada orang lain. Aku ngga pernah mau mengasihani para peminta-minta, dan tidak mau mengeluarkan duit sepeserpun buat mereka, karena apa... coba tanya.... ya karena... kalau kita kasih mereka, mereka akan miskin terus.... karena... mereka akan semakin banyak jumlahnya, karena... mereka tu sama seperti kita.. manusia... apapun usaha mereka kalau kerja yang bener mereka tidak akan jadi peminta-minta. Aku ngga gila pujian dari temen-temenku yang akan bilang, kamu baik deh, suka memberi sedekah... tapi mereka tidak tau, kalau aku menjalankan itu aku malah menyesatkan mereka. Biarin aja mau dibilang pelit, tapi untuk yang satu ini prinsipku jelas... TIDAK.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home